my photos

my photos
gambar-ku

Jumat, 06 April 2012

KONSEP ITM DALAM PENDIDIKAN IPS


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam masyarakat majemuk dan bangsa besar, Pendidikan dan Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran yang sangat strategis baik ditinjau dari aspek akademik maupun kepentingan kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara akedemik pendidikan dan pengajaran IPS dapat membekali anak didik pada pemahaman konsep-konsep dasar ilmu-ilmu sosial sebagai basis dari pendidikan dan pengajaran IPS. Melalui pendidikan dan pengajaran IPS diharapkan siswa yang memiliki bakat dan minat terhadap ilmu-ilmu sosial akan lebih tertarik untuk mempelajari IPS secara akademik yang kelak akan melahirkan pakar-pakar ilmu sosial.
Dari kepentingan kehidupan berbangsa dan bernegara pendidikan dan pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial harus diberikan pada seluruh jenjang pendidikan mulai dari tingkat pendidikan taman kanak-kanak sampai pada tingkat pendidikan di perguruan tinggi. Pendidikan dan pengajaran IPS di Indonesia sudah mendapat landasan hukum yang kuat sebagaimana tertuang pada Bab III, Pasal 2 UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional RI bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriaman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Atas dasar itulah maka dari lembaga pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan SMP/MA, kita mengenal adanyanya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang secara implisit dan eksplisit tertuang didalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Sedangkan pada lembaga pendidikan tinggi melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 30/DIKTI/KEP/2003, telah ditetapkan rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat di Perguruan Tinggi. Diantanya dalam SK tersebut pada pasal 3 telah dirumuskan kompetensi Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Dasar (ISBD) beserta pokok-pokok subtansi kajian ISBD.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak azasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan kepada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme. Kalau kita kaji kedudukan IPS dalam pendidikan di Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka sudah sewajarnya dan seharusnya bahwa pendidikan dan pengajaran mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak (stake holder).
Carut marutnya kondisi bangsa dan negara yang samapai saat ini belum juga kondusif, mungkin salah satu indikator terjadinya kegagalan dalam sistem pendidikan IPS di sekolah. Seiring dengan mementum bangsa Indonesia yang ingin memperbaiki sistem pendidikannasional kita, baik yang menyangkut kualitas proses belajar mengajar maupun out come dan out put, serta komponen-komponen lainnya, maka jadikan momentum tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas dan out come dari Pendidikan dan Pembelajaran IPS.

B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalahnya antara lain:
1.      Bagaiman kedudukan  konsep ilmu, teknologi, dan masyarakat dalam pendidikan IPS?
2.      Bagimana strategi pembelajaran konsep lmu, teknologi dan masyarakat pendidikan IPS?
3.      Bagaiamana dampak dari Ilmu, teknologi dan masyarakat bagi kehidupan?

C.    TUJUAN MASALAH
Adapun tujuan msalahnya antara lain:
1.      Mengetahui kedudukan konsep ilmu, teknologi dan masyarakat pendidikan IPS.
2.      Mengetahui strategi pembelajaran konsep ilmu, teknologi dan masyarakat pendidikan IPS.
3.      Mengetahui dampak yang di timbulkan dari konsep ilmu, teknologi dan masyarakat pendidikan IPS.

D.    MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat utama penulisan pembuatan makalah ini ialah sebagai berikut, yaitu:
1.      Untuk memenuhi tugas kelompok dari mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar.
2.      Untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya tentang Ilmu Pengetahuan Dan Metode Ilmiah.
3.      Bagi peneliti lain, sebagai bahan acuan dan bahan perbandingan dalam penelitian yang akan sejenis pada masa akan datang.
 


BAB II
KONSEP ILMU, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN IPS

A.    KONSEP ILMU, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN IPS
1.      Penegertian Ilmu, Teknologi dan Masyarakat
Ilmu adalah kemampuan manusia memanfaatkan akal fikir yang diberikan Allah/Tuhan dalam bentuk pengetahuan guna mengelola alam dunia dan memanfaatkannya. hanya Tuhan yang punya ilmu.
Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis danTeknologi akan memberikan pengaruh dalam kelangsungan hidup manusia dan manusia pun terus mempengaruhi maju atau tidaknya teknologi.
Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
§  Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama    dan menghasilkan kebudayaan.
§  Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
§  Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.



2.      Kedudukan Konsep Ilmu, Teknologi dan  masyarakat dalam Pembelajaran IPS
Konsep Ilmu, Teknologi dan Masyarakt atau disingkat dengan ITM diperlukan dalam pembelajaran IPS sebab masalah-masalah kemasyarakatan pada era kini tidak dapat dipecahkan hanya dengan mengandalkan satu disiplin ilmu semata, tetapi saling keterkaitan dengan disiplin ilmu lainnya dikarenakan permasalahan masyarakat makin komplek.
Kedudukan konsep ilmu, teknologi dan kemasyarakatan semakin penting dalam era masyarakat modern yang banyak menimbulkan masalah-masalah kompleks. Kenyataan ini akan semakin dirasakan apabila dalam penjelasanya memberi informasi lebih jauh bahwa pemecahan masalah-masalah tersebut menghendaki adanya kedudukan dari berbagai disiplin ilmu
Menurut Remy, konsep ITM memberikan kontribusi secara langsung terhadap misi pokok IPS, khususnya dalam mempersiapkan warga negara sebagai berikut:
Ø  Memahami ilmu pengetahuan di masyarakat. Mereka harus memahami masalah-masalah sosial yang kompleks yang berkaitan dengan ilmu dan tehnologi yang menimbulkan masalah ketidak jelasan nilai yg “benar” dan nilai yg “salah
Ø  Pengambilan keputusan warga negara. penggunaan langkah-langkah pengambilan keputusan yang sistematis dalam mempelajari isu-isu ITM dalam pembelajaran IPS dapat membantu mengembangkan intelektual siswa, kemampuan memecahkan masalah (problem-solving skill), dan kemampuan berpikir dalam mengmbil keputusan secara fleksibel namun terorganisir, hal ini penting mengingat sampai saat ini belum banyak guru yang memberikan kemampuan-kemampuan seperti ini kepada siswanya.
Ø  Membuat koneksi  antar pengetahuan . Kecakapan demikian merupakan suatu tanda kemampuan kognisi dan belajar yang tinggi dan merupakan tujuan IPS yang paling berharga.
Ø  Mengingatkan generasi pada sejarah  bangsa-bangsa beradab.Bung Karno pernah megatakan bahwa “hanya bangsa yang besar yang menghormati jasa-jasa para pahlawan

Konsep ITM dimasukkan dalam pembelajaran IPS memberikan kontribusi secara langsung terhadap misi pokok IPS, khususnya dalam mempersiapkan warga Negara sebagai berikut :
§  Memahami ilmu pengetahuan di masyarakat.
§  Pengambilan keputusan warga Negara.
§  Membuat koneksi antar pengetahuan.
§  Mengingatkan generasi pada sejarah bangsa-bangsa beradab

Konsep ITM dalam IPS  sesuai Project Analysis yang dikemukakan oleh Noris Harms adalah:
§  Konsep ITM menfokuskan pada kebutuhan-kebutuhan pribadi siswa.
§  ITM menfokuskan pada isu-isu kemasyarakatan.
§  ITM memfokuskan pada masalah pekerjaan dan karir

B.     PENDEKATAN STRATEGI KONSEP ILMU DAN MASYARAKAT PENDIDIKAN IPS
Pendekatan yang digunakan dalam pengajaran IPS untuk proses pembelajaran ITM adalah interdisipliner atau multidisipliner. Artinya dalam proses belajar mengajar di kelas IPS, para siswa seyogianya diajak, dibina dan didorong agar dalam mengkaji atau memecahkan masalah atau topik, dipandang dari berbagai disiplin ilmu. Ada dalam pengajaran IPS, yakni:
1)      Infusi ITM ke dalam mata pelajaran yang ada,
2)      Perluasan melalui topik kajian dalam mata pelajaran,
3)      Penciptaan/pembuatan mata pelajaran yang baru.
Sedangkan karakteristik dari program integral ITM dalam IPS terdiri atas empat kategori sebagai berikut:
1)      Hasilnya dinyatakan secara jelas,
2)      Strategi organisasi,
3)      Sistem dukungan,
4)      Strategi instruksional.
Pendekatan ITM (Ilmu-Teknologi dan Masyarakat)
      Pendekatan ITM (Ilmu, Teknologi, dan Masyarakat) atau juga disebut STS (Science-Technology-Society) muncul menjadi sebuah pilihan jawaban atas kritik terhadap pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang bersifat tradisional (texbook), yakni berkisar masih pada pengajaran tentang fakta-fakta dan teori-teori tanpa menghubungkannya dengan dunia nyata yang integral. ITM dikembangkan kemudian sebagai sebuah pendekatan guna mencapai tujuan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan lingkungan nyata dengan cara melibatkan peran aktif peserta didik dalam mencari informasi untuk meemcahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan kesehariannya.
      Dalam kegiatan pembelajaran tersebut peserta didik menjadi lebih aktif dalam menggali permasalahan berdasarkan pada pengalaman sendiri hingga mampu melahirkan kerangka pemecahan masalah dan tindakan yang dapat dilakukan secara nyata. Karena itu, pendekatan ITM dipandang dapat memberi kontribusi langsung terhadap misi pokok pembelajaran pengetahuan sosial, khusus dalam mempersiapkan warga negara agar memiliki kemampuan:
§  Memahami ilmu pengetahuan di masyarakat
§  Mengambil keputusan sebagai warga negara
§  Membuat hubungan antar pengetahuan
§  Mengingat sejarah perjuangan dan peradaban luhur bangsanya.

v  Langkah – langkah Pendekatan ITM
1)      Menekankan pada paham kontruktivisme, bahwa setiap individu peserta didik, telah memiliki sejumlah pengetahuan dari pengalamannya sendiri dalam kehidupan faktual di lingkungan keluarga dan masyarakat.
2)      Peserta didik dituntut untuk belajar dalam memecahkan permasalahan dan dapat menggunakan sumber-sumber setempat (nara sumber dan bahan-bahan lainnya) untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah.
3)      Pola pembelajaran bersifat kooperatif (kerja sama) dalam setiap kegiatan pembelajaran serta menekankan pada keterampilan proses dalam rangka melatih peserta didik berfikir tingkat tinggi.
4)      Peserta didik menggali konsep-konsep melalui proses pembelajaran yang ditempuh dengan cara pengamatan (observasi) terhadap objek-objek yang dipelajarinya.
5)      Masalah-masalah aktual sebagai objek kajian, dibahas bersama guru dan peserta didik guna menghindari terjadi kesalahan konsep.
6)      Pemilihan tema-tema didasarakan urutan integratif.
7)      Tema pengorganisasian pokok dari sejumlah unit ITM adalah isu dan masalah sosial yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

v  Tahapan Metode Pendekatan ITM
1)      Tahap Eksplorasi
Kegiatan eksplorasi merupakan tahap pengumpulan data lapangan dan data yang berkaitan dengan nilai. Peserta didik dengan bantuan LKS secara berkelompok melakukan pengamatan langsung. Eksplorasi dilakukan guna membuktikan konsep awal yang mereka miliki dengan konsep ilmiah.
2)      Tahap Penjelasan dan Solusi
Dari data yang telah terkumpul berdasarkan hasil pengamatan, diharapkan peserta didik mampu memberikan solusi sebagai alternatif jawaban tentang persoalan lingkungan. Peserta didik didorong untuk menyampaikan gagasan, menyimpulkan, memberikan argumen dengan tepat, membuat model, membuat poster yang berkenaan dengan pesan lingkungan, membuat puisi, menggambar, membuat karangan, serta membuat karya seni lainnya.
3)      Tahap Pengambilan Tindakan
Peserta didik dapat membuat keputusan atau mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibat-akibatnya dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperolehnya. Berdasar pengenalan masalah dan pengembangan gagasan pemecahannya, mereka dapat bermain peran (Role Playing) membuat kebijakan strategis yang diperlukan untuk mempengaruhi publik dalam mengatasi permasalahan lingkungan tersebut.
4)      Diskusi dan Penjelasan
Berikutnya guru dan peserta didik melakukan diskusi kelas dan penjelasan konsep melalui tahapan sebagai berikut:
§  Masing-masing kelompok melaporkan hasil temuan pengamatan lingkungannya.
§  Guru memberikan kesempatan kepada anggota kelas lainnya untuk memberikan tanggapan atau informasi yang relevan terhadap laporan kelompok temannya.
§  Guru bersama peserta didik menyimpulkan konsep baru yang diperoleh kemudian mereka diminta melihat kembali jawaban yang telah disampaikan sebelum kegiatan eksplorasi.
§  Guru membimbing peserta didik merkonstruksi kembali pengetahuan langsung dari objek yang dipelajari tentang alam lingkungannya.
5)      Tahap Pengembangan dan Aplikasi Konsep
§  Guru bertanya pada peserta didik tentang hal-hal yang diliahat dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan aplikasi konsep baru yang telah ditemukan.
§  Guru dan peserta didik mendiskusikan sikap dan kepedulian yang dapat mereka tumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan konsep baru yang telah ditemukan.
6)      Tahap Evaluasi
Pada tahapan evaluasi, guru memperlihatkan gambar suasana lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan yang terpelihara dan yang tidak terpelihara. Kemudian menggunakan pertanyaan pancingan pada peserta didik sehingga mampu memberikan penilaian sendiri tentang keadaan kedua lingkungan tersebut.
7)      Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup merupakan kegiatan penyimpulan yang dilakukan guru dan peserta didik dari seluruh rangkaian pembelajaran. Sebagai bagian penutup, guru menyampaikan pesan moral.
C.    DAMPAK ILMU, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT DALAM KEHIDUPAN.
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.  
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan  membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.  
Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Dampak positif dan dampak negative dari perkembanganteknologi dilihat dari berbagai bidang:
1.      Bidang Informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain:
Ø  Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui  internet.
Ø  Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone .
Ø  Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah. Dan lain-lain 
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
Ø  Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas).
Ø  Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Ø  Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
Ø  Kecemasan teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.

2.      Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
Ø  Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
Ø  Terjadinya industrialisasi.
Ø  Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
Ø  Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Ø  Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lain;1.   terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2.   Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.
3.      Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat sebagai berikut:
Ø  Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
Ø  Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri  sebagai suatu  bangsa  akan  semakin  kokoh.  Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
Ø  Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
Ø  Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
Ø  Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
Ø  Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
4.      Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
Ø  Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
Ø  Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
Ø  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka.
Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses  pendidikan antara lain:
Ø  Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
Ø  Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.  
5.      Bidang politik
Ø  Timbulnya kelas menengah baru. Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
Ø  Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
Ø  Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

 


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Kedudukan konsep ilmu, teknologi dan kemasyarakatan semakin penting dalam era masyarakat modern yang banyak menimbulkan masalah-masalah kompleks. Kenyataan ini akan semakin dirasakan apabila dalam penjelasanya memberi informasi lebih jauh bahwa pemecahan masalah-masalah tersebut menghendaki adanya kedudukan dari berbagai disiplin ilmu.
Pendekatan yang digunakan dalam pengajaran IPS untuk proses pembelajaran ITM adalah interdisipliner atau multidisipliner. Dalam Konsep Ilmu, Teknologi dan Masyarakat tidak luput dari dampak positif dan dampak negative sehingga mempengaruhi perkembangan dunia IPTEK.  

B.     SARAN
Adapun saran yang bisa penulis berikan
1.      Kepada semua pembaca bila mendapat kekeliruan dalam makalah ini harap bisa meluruskannya.
2.      Untuk supaya bisa membaca kembali literatur-literatur yang berkenaan dengan pembahasan ini sehingga diharapkan akan bisa lebih menyempurnakan kembali pembahasan materi dalam makalah ini.



1 komentar: